Rabu, 19 Maret 2008

mampukah kita

mungkin aku rapuh
aku juga pengecut
atau terserah kalian

hanya takut melabuhkan hati
di sebuah manisnya cinta
ku tau,akhirnya getir

mungkin aku naif...
munafik...
atau terserah...

semu...
membalut hati ini
mengalir manja...

Alone...

Alone I am now

Do you even care.

What about the love we use to share.

You've moved on.

I'm left Alone.

With memory's of what use to be.

I sit and stare but when you walk by....

A lil' water starts running from my eye.

I promise I loved you,

and I swear I still do

But to be left ALONE with out you I wouldn't even Dare!

Key To My Heart

I had closed the door upon my heart
And wouldn't let anyone in,
I had trusted and loved only to be hurt
But, that would never happen again.

I had locked the door and tossed the key
As hard, and as far as I could,
Love would never enter there again,
My heart was closed for good.

Then you came into my life
And made me change my mind,
Just when I thought that tiny key
Was impossible to find.

That's when you held out your hand
And proved to me I was wrong,
Inside your palm was the key to my heart...
You had it all along.

KAU ISTEMEWA BAGIKU

Dikala kesepian menemani ku
Kau datang dengan senyumanmu
Dikala kegelapan dalam hatiku
Kau hadir memberi cahaya padaku

Dulu dikala mula hadirmu
Kau hanya kawan biasa bagi ku
Tak ku sangka perasaan diubah waktu
Telah menyala api cintamu dan kasihku

Kini …
Hadirmu bak bulan
Menyinari kegelapan malamku
Bak mentari menerangi siangku
Suaramu bagaikan lagu syahdu
Mendendangkan lagu kasih kepadaku

Ingin rasa hati agar semuanya tidak berlalu
Detik manis yang ku lalui bersamamu
Hapuskanlah keraguan dihatimu
Agar dapat kita merasakan cinta yang syahdu
Berlayar bersama dilautan kasih yang padu

Aku sedari ada yang rasa cemburu
Kerana aku memiliki cinta mu
Namun ..
Itulah dugaan yang harus kita lalui
Untuk bersama menjalin cinta abadi

Kita telah mampu menyatukan
Cinta kasih dengan penuh kepastian
Saat kita melafazkan
Perasaan yang telah lama kita pendamkan

kacau dah puisinya

Pasangan dari Tuhan

Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan
hidup, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan
menjawab. Tidak hanya Aku meminta kepada Tuhan, Aku menjelaskan kriteria
pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,
mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati,
penuh
pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria
pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan. Sejalan dengan
berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam
pasanganku.

Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat
memberikan apa yang engkau inginkan. " Aku bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia
menjawab, " Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran
dan segala yang Aku lakukan adalah benar." " Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku
tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?" "
Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepada-Mu, Adalah suatu ketidak adilan dan
ketidak benaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat
memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk
memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang
engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih
kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka
menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu
seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari
selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah
mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan
engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan
menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah - suatu pendidikan jangka panjang.
Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan
diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi
untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama
yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak
sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."

Kisah Ini untuk: yang sudah menikah, yang baru saja menikah, yang sedang
mencari...

OMG..

TUHAN, dengar dan jawablah, sebab aku bertanya

Apa sih yang Tuhan mau?

Apa sih yang Tuhan mau untuk kukatakan?
Mengapa lidahku selalu membangkitkan amarah
Kata-kataku penuh dengan kekosongan

Apa sih yang Tuhan mau untuk kulakukan?
Mengapa hari-hariku mengecewakan banyak orang
Diri ini letih dengan kesia-siaan

Tuhan mau aku jadi apa?
"AlatKu"
AlatMu yang bagaimana?
"AlatKu yang menyenangkan hatiKu"
Menyenangkan hati Tuhan bagaimana?
"Menyenangkan hatiKu dengan taat padaKu"
Taat pada Tuhan bagaimana?
"Taat untuk mengasihi"
Mengasihi bagaimana?
Mengasihi Tuhan dengan segenap-segenap yang ada padaku?
"Segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap kekuatanmu"
Mengasihi orang lain seperti aku mengasihi diri sendiri?

Tapi...
Aku ke Gereja setiap Minggu, Tuhan...
Aku membaca Alkitab setiap hari...
Aku menaikkan syukurku dengan menyanyi lagu pujian...
Aku banyak bermurah hati pada sahabat-sahabatku...
Bukankah melalui semua itu aku telah mengasihiMu?

"Tidak dengan segenap hati kalau kamu bermurah hati hanya pada orang-orang tertentu yang mereka pun baik padamu"
"Tidak dengan segenap jiwa kalau kamu ke Gereja hanya karena rutinitas, bukan karena kau memang merinduKu"
"Tidak dengan segenap akal budi kalau kamu menyanyi tanpa mengerti apa makna dari lagu yang kamu nyanyikan bagiKu"
"Tidak dengan segenap kekuatanmu kalau kamu membaca Alkitab setiap hari dengan terburu-buru tanpa merenungkan karena kamu letih dan mengantuk"

Kalau gitu...
Apa sih yang Tuhan mau?
Apa yang ada di pikiran Tuhan ketika Ia menciptakanku?

"Nak, Aku sudah menjawabmu tadi..."



asli gw banget

Kepada Sahabat-Sahabat Maya

Aku ingin tersenyum kepadamu hari ini,
Walaupun aku tidak dan belum pernah melihat wajahmu.
Membayangkanmu adalah seperti usaha menjaring angin namun semoga kau dapat menangkap senyumku.

Dan aku mau berkata cuaca di kotamu indah
Karena walaupun mendung betah di atap rumahmu
Aku tetap ingin mengajakmu menikmatinya dengan senang

Aku ingin menyentuh jemarimu saat ini
Walaupun kau ribuan mil jauhnya
Karena jarak tak pernah menggagalkan sukacita yang keluar dari hatimu.

Dan sebelum kuakhiri suratku pagi ini,
Anggaplah aku telah memelukmu dengan kata...
Sebuah pelukan dari sahabatku untuk mengawali hari ini dalam kehangatan